-->
Meidi Y
Meidi Y Blogger pemula yang ingin berbagi pengalaman hidup melalui tulisan dan diharapkan dapat menginspirasi banyak orang.

Tak Lekang Oleh Zaman, Makanan Khas Indonesia Ini Terus Diinovasi

Tak Lekang Oleh Zaman, Makanan Khas Indonesia Ini Terus Diinovasi
Medipedia - Pernah suatu ketika saya nongkrong di sebuah cafe dan restaurant dan terkagum-kagum dengan makanan khas yang sudah jarang untuk dijumpai. Namun ternyata kini kembali muncul dan diminati dengan berbagai inovasi yang cukup unik. 

Para pedagang melakukan inovasi tersebut bukan tanpa tujuan, tetapi agar makanan tersebut mampu menarik para konsumen. Terlebih lagi, inovasi yang dilakukan pada makanan khas tersebut menambah rasa penasaran akan rasa lama di atas inovasi yang kekinian. 

Lalu, makanan khas Indonesia apa saja sih yang berhasil diinovasi agar tetap bertahan di hati para pencintanya?

Berikut Ini 4 Makanan Khas Indonesia yang Terus di Inovasi

1. Seblak


Makan khas Indonesia yang pertama yaitu seblak. Seblak sendiri merupakan makanan khas yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Beberapa tahun terakhir, seblak sangat digandrungi oleh masyarakat, terutama kaum milenial yang menyukai makanan pedas. 

Pada asalnya seblak adalah nama bumbu yang terbuat dari kencur atau dalam bahasa Sunda disebut dengan cikur. Jadi, kerupuk mentah yang direbus di atasnya adalah toppingnya. Sebenarnya, seblak juga bukan makanan yang pedas, tapi makanan yang berbumbu dari kencur. Karena toppingnya adalah kerupuk yang kenyal (setelah direbus di atas kuah seblak), maka lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan yang panas dan pedas. Oleh karena itu, seblak dikenal dengan rasa yang pedas. 

Akhir-akhir ini, seblak banyak diinovasi dari isian atau topping yang dimasukkan kedalamnya, mulai dari menambahkan makaroni, tahu Bandung, siomay mini, mie, bakso goreng (basreng), sayuran, ceker, jamur, sayap, dll. Selain itu, di dalam satu penjual seblak juga ditemui beragam daftar menu yang disediakan sesuai dengan topping yang dimasukkan.

Terlebih lagi, sekarang muncul beberapa seblak instan yang dimasukkan ke dalam cup seperti pop mie. Bahkan, cara memasaknya juga cukup simple yaitu hanya dengan memasukkan air panas ke dalamnya.

Oleh karena itu, seblak terus diinovasi oleh para penjualnya agar terus dminati di lidah para penggemarnya. 

2. Cireng


Sama seperti seblak, cireng juga berasal dari Bandung. Sesuai namanya, cireng adalah aci yang digoreng. Jadi, cireng adalah adonan tepung kanji atau tepung tapioka yang digoreng tanpa isian di dalamnya. Cireng yang tanpa isian tersebut sekarang disebut dengan nama cireng rujak. 

Lalu, seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah diionovasi dengan ditambahkan variasi rasa di dalamnya. Misalnya, rasa ayam, keju, ati, sapi, sosis, ataupun bakso. Bahkan, cireng juga ditambahkan level pedas demi untuk memuaskan lidah para penikmatnya. Tidak hanya dari isian rasanya, bentuk cireng juga telah diinovasi. Cimol merupakan salah satu contoh dari inovasi bentuk cireng. 

3. Serabi


Serabi adalah makanan khas Indonesia yang berbahan dasar tepung dan santan kelapa yang awalnya berasal dari Solo dan Sunda. Serabi Sunda memiliki tekstur yang lebih tebal dibanding dengan serabi Solo. Tetapi, serabi Solo juga tidak kalah enak dengan serabi Sunda. Memang serabi yang berasal dari dua kota tersebut selalu membuat penikmatnya merasa jatuh cinta denga kelezatannya. 

Sekarang, sesuai dengan keinginan lidah para konsumennya, serabi terus diinovasi dalam segi rasa dan topping yang ditambahkan di atasnya. Misalnya, ada serabi kuah durian, serabi dengan topping keju, green tea, tiramisu, vanila, ataupun serabi dengan topping coklat keju. Tentunya, topping tersebut membuat tampilan serabi lebih moderen dan rasanya lebih legit dan lezat.

4. Jenang jaket


Jenang jaket adalah salah satu makanan khas dari Purwokerto, Banyumas. Jenang jaket terbuat dari tepung beras ketan dan gula merah. Jenang jaket juga dikenal sebagai dodolnya orang Purwokerto, karena memang pembuatannya mirip dengan dodol khas Jawa Barat. Nama jenang jaket diambil dari bahan utamanya yaitu Jenang Asli ketaan. Jadi jenang jaket terbuat dari beras ketan asli tanpa campuran tepung beras biasa. 

Seiring dengan perkembangan zaman, sekarang jenang jaket diinovasi dengan berbagai rasa. Ada jenang ketan durian, jenang ketan nangka, jenang ketan wijen, dan jenang ketan original. Bahkan, ada juga jenang ketan yang berwarna hijau agar tampilannya lebih menggugah selera. 

Pada intinya, makanan-makanan khas tersebut terus diinovasi seiring dengan perkembangan zaman dengan mengikuti selera masyarakat. Hal ini demi menjaga nilai jual makanan khas Indonesia sehingga mampu menarik dan meningkatkan daya beli masyarakat luas.
Meidi Y
Meidi Y Blogger pemula yang ingin berbagi pengalaman hidup melalui tulisan dan diharapkan dapat menginspirasi banyak orang.
Dapatkan update artikel terbaru dari Medipedia.id lewat email. GRATIS!